Senin, 02 Maret 2015

MENUJU SWASEMBADA PANGAN


Tanam padi beras merah dalam pot dengan satu benih dan perlakuan hormol/ZPT berupa merek Tamasol dioplos dengan Deltomur dengan tanah yang sudah keras dan tanpa olah tanah kembali, mampu tumbuh menghasilkan anakan lebih dari 80 anakan, dan pemupukan 2 kali ponska dan urea, bisa dilihat perkembangan tanamannya  hingga keluar malai, budidaya tanaman padi bisa dilakukan di atap rumah yang memakai dak berupa cor semen atau lainnya, bisa juga digunakan sebagai tanaman hias di sekitar rumah tinggal atau kantor










Dengan jumlah anakan produktif lebih dari 50 batang bisa meningkatkan produksi 100% dari rata rata yang ada sekarang yang berkisar antara 25 sd 30 anakan. Bila bersungguh sungguh swasembada dan kedaulatan pangan.BISA......................

Beras yang menjadi target pangan nasional perlu ditinjau ulang dengan kebijakan pemerintah tentang pangan.  Ada beberapa hal mengenai pangan bagi bangsa  Indonesia yang sangat penting antara lain:
1.       Kebutuhan pangan bagi rakyat kita bukan hanya beras, masih ada jagung, singkong dengan tiwul, ketela rambat, mie non terigu, kentang,sagu, pisang,dan jenis umbi lainnya yang merupakan sumber karbohidrat yang cukup tinggi dan sangat tersedia disemua propinsi.
2.       Beras merupakan salah  penyebab muculnya penyakit diabetes pada masyarakat yang sekarang ini meningkat dimana sebelumnya masyarakat yang tidak mengkonsumsi nasi beras sangat rendah kemungkinan terkena diabetes.
3.       Program pemerintah sebelumnya yang mentargetkan rakyat mengkonsumsi nasi beras, baik dengan program raskinnya, harus ditinjau ulang dan segera direvisi dengan kebijakan yang mengangkat kearifan lokal, sehingga secara fisik target swasembada pangan dapat dengan cepat tercapai, juga menurunnya masyarakat yang terkena diabetes sehingga anggaran kesehatan juga bisa dialihkan ke program lain, misalnya untuk daerah dengan pakan pokok non beras subsidi raskin dapat diberikan berupa uang tunai sehingga masyarakat penerima raskin bisa membeli makanan pokok lokal tanpa mengurangi hak mendapatkan bantuan raskin, dan istilahnya diganti dengan pangan untuk rakyat miskin (pakin) dimana dibeberapa daerah masyarakat penerima raskin menjual berasnya dan dibelikan nasi jagung.
4.       Di NTB daerah penghasil kentang penjualan kentang hanya untuk sayur  sangat lambat sementara penanaman tanaman padi sebagian masih terkendala ketersedian air, maka pengembangan budidaya kentang akan sangat mambantu masyarakat meningkatkan ekonominya, demikian juga menu makanan dengan bahan dasar kentang sangat bervariasi dan bisa meningkatkan konsumsi sayur oleh masyarakat.
5.       Kerja sama sosialisasi pakan non beras dengan Depkes harus dilakukan agar kesadaran pola makan sehat oleh masyarakat meningkat dan bisa menekan anggaran kesehatan dengan melakukan pencegahan penyakit(khsusnya diabetes) secara dini, sekaligus berkembangnya budidaya tanaman padi premium seperti beras hitam, beras merah, beras aromatik,sehingga diharapkan petani akan lebih bergairah menanam padi, karena nilai julanya yang jauh lebih tinggi, sehingga target swasembada pangan akan lebih cepat tercapai karena masyarakat ikut menikmati manisnya usaha tani tanaman pangan.
6.       Kementrian Pertanian juga harus mulai membuka diri bekerja sama dengan para chief  yang tersedia di beberapa statiun televisi untuk mempopulerkan menu-menu sehat dengan bahan non beras, sehingga pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan membantu mengurangi konsumsi pangan berbahan beras.
7.       Jangan impor beras, biarkan harga beras tinggi sesuai hukum pasar, sehingga masyarakat akan beralih mengkonsumsi pangan non beras dengan sendirinya, jika perlu ditambah dengan promosi-promosi makanan pengganti beras yang lebih sehat sebagaimana point di atas, dengan alasan yang mudah dibuat, seperti menghargai petani yang sudah susah payah mengupayakan menanam padi, serta alasan alasan lain yang berfokus menghargai rakyat Indonesia sendiri, sehingga kearifan lokal yang sehat dan menyahatkan dalam pola makan masyarakat kita bisa ditingkatkan sebagai tujuan wisata kuliner.
Dengan mempertimbangkan beberapa hal tersebut di atas, program swasembada pangan dan kedaulatan pangan bukanlah hal yang perlu lama untuk mewujudkannya, memang perlu adanya strategi dan terobosan baru, bahkan bila diperlukan perlunya paradigma baru dengan doktrin bahwa pangan bukanlah beras, tetapi pangan merupakan pemenuhan kebutuhan kalori dan unsur lainnya yang sumbernya bisa dari beragai macam bahan pangan.
Dengan demikian konsumsi beras bagi rakyat Indonesia akan menurun dan diharapkan akan menaikkan konsumsi protein (hewani maupun nabati), menaikan konsumsi unsur esensial lainnya sehingga target utama Indonesia sehat tercapai.  Anggaran pembangunan yang tersedia bisa digunakan ke pos pos lainnya yang lebih meningkatkan mutu kesejahteraan rakyat dan bangsa. Semoga.
Perbandingan kandungan gizi beberapa makanan pokok dalam 100 bagian yang dapat dimakan
No
Komoditi
kalori
Protein(gr)
Lemak(gr)
Karbohidrat(mg)
1
Beras
366
6,4
0,8
80,4
2
Jagung
349
9,1
4,2
71,7
3
Ubi
98
0,7
0,1
23,7
4
Kentang
71
1,7
0,1
16,3
5
Sagu
351
1,4
0,2
85,9
Sumber: Sinar tani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar